Kesabaran

Kesabaran
            Suatu hari Rasulullah menjenguk Zaid bin Aqram r.a dan berkata “Wahai Zaid , bila penglihatanmu hilang apa yang akan kamu lakukan”. Zaid menjawab “Saya bersabar dan dalam kondisi seperti itu saya akan mencari pahala Allah SWT”. “Bila mata kamu hilang kemudian kamu menerimanya dengan bersabar dan mencari pahala dari Allah dengan kondisi itu maka pahalamu adalah surga”.
            Imam al Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumiddin berkata sabar merupakan menerima dengan lapang dada hal – hal yang menyakitkan dan menyusahkan serta menahan amarah atas perlakukan kasar. Barangsiapa masih mengeluh bila diperlakukan buruk oleh orang lain, maka hal itu menunjukkan masih buruknya akhlak orang tersebut, karena akhlak yang mulia sesungguhnya adalah menerima secara lapang dada semua bentuk perlakuan yang menyakitkan.
Kesabaran menurut konsep Al – Qur’an
1.    Qs. Al Ahqaaf : 35
“Maka bersabarlah engkau Muhammad sebagaimana kesabaran rasul – rasul yang memiliki keteguhan hati..”
Rasul – rasul sebelum Nabi Muhammad yang termasuk Ulul-‘Azmi
Nabi Nuh : Di pukul oleh kaumnya hingga tidak sadarkan diri ketika menjalankan tugas dakwahnya
Nabi Ibrahim : di bakar oleh kaumnya di dalam kobaran api yang menyala
Nabi Musa : Menghadapi berbagai macam kesulitan dalam menjalankan dakwahnya, dia harus melakukan perjalanan yang sangat jauh meninggalkan negerinya, menghadapi permusuhan Fir’aun dan juga kaum Bani Israel, hingga Allah memberikan pertolongan kepadanya dengan menyelamatkan dari kejaran Fir’aun dan menenggelamkannya ke dalam lautan.
Nabi Isa : menghadapi perlakuan yang sangat keji dari kaum bani Israel. Ibunya dituduh melakukan perzinaan dan dia hendak dibunuh oelh kaumnya sendiri. Namun usaha mereka itu tidak berhasil, karena Allah SWT menyelamatkan dengan mengangkat jasadnya ke langit.
2.    Qs. AL – Qalam : 48
“Maka bersabarlah engkau Muhammad terhadap Tuhanmu, dan janganlah engkau seperti Yunus orang yang berada dalam perut ikan ketika dia berdoa dengan hati sedih”.
Makna tersirat dari ayat ini : Nabi Muhammad dilarang berkeluh kesah ataupun marah ketika menjalankan dakwahn. Bila hal itu dilakukan maka beliau akan mendapatkan ujian dan kesulitan sebagaimana ujian dan kesulitan yang dialami Nabi Yunus ketika berada dalam perut ikan. Dia memohon kepada Allah , namun hatinya penuh dengan kemarahan.
3.    Qs. An – Nahl :126 – 127
“Dan jika kamu membalas , maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang di timpakan kepadamu. Tetapi jika kamu bersabar , sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang yang sabar. Dan bersabarlah Muhammad dan kesabaranmu itu semata – mata dengan pertolongan Allah dan janganlah engkau bersedih hati terhadap kekafiran mereka dan jangan pula bersempit dada terhadap tipu daya yang mereka rencanakan”.
4.    Qs. Al Baqarah : 155 – 157
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun (Sesungguhnya Kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah)”. mereka Itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka Itulah orang-orang yang mendapat petunjuk”.
Rasul SAW pernah bersabda mengenai istirja’ : “Barang siapa mengucapkan istirja’ ketika mendapatkan musibah, Allah akan menghilangkan musibah itu , memberinya pahala yang bagus dan menggantinya dengan pengganti yang baik lagi ia sukai”

Apabila seorang hamba mendapatkan musibah kemudian ia mengucapkan “Inna lillahi wa inna illahi raaji’uun (sesungguhnya kami adalah milik Allah dan hanya kepadanya kami akan kembali).
Ya Allah berilah aku pahala atas musibah yang aku timpa ini , dan setelah itu anugerahilah aku hal yang lebih baik dari itu, sebagaimana yang diperintahkan Engkau, maka kabulkan  permintaanku ini.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rendah Hati (Tawadhu')