Kebijakan dan Dosa

Al- Birru merupakan kata yang menunjukkan kepada segala macam bentuk tindak kebijakan semua bentuk perilaku yang mulia,  dan Al – Itsmu merupakan kata yang menunjuk kepada perbuatan dosa dengan segala macam jenis dan tindakannya.
            Rasulullah saw bersabda “Al – Birru adalah budi pekerti yang baik. Dab al – itsmu’ adalah segala sesuatu yang terbesit di benakmu, dan kamu tidak suka bila hal itu diketahui oleh orang lain”.(HR. Muslim).
            Hadits tersebut menegaskan bahwa al birru adalah representasi dari segala macam bentuk kebijakan atau akhlak mulia. Sedangkan al – itsmu adalah untuk menunjukkan segala bentuk kejelekan dan perilaku tercela, baik dosa besar maupun dosa kecil. Dalam tradisi islam ada istilah al – birru-walidain yang artinya berbuat baik kepada kedua orang tua. Artinya berbuat baik kepada sesame makhluk. Dalam Hadits lain.
            “Mintalah pertimbangan kepada hatimu. Al birru adalah segala sesuatu yang jiwa dan hati merasa tenang bila melakukannya. Adapun al – itsmu adalah segala sesuatu yang terbesit pada nafsumu namun hatimu ragu untuk melakukannya meskipun banyak orang yang memberi masukan kepadamu membolehkan kamu untuk melakukannya. (HR Ahmad dan Ad – Darimi).
Segala bentuk ketatan baik lahiriah maupun batiniah , Dalam Firman Allah Qs. Al – Baqarah :177.
Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi Sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari Kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. mereka Itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka Itulah orang-orang yang bertakwa.”
Jika manusia berada dalam kebimbangan maka hendaknya ia memilih al – birru  yaitu pilihan yang bisa menimbulkan ketenangan hati, jangan sampai memilih al- itsmu atau pilihan yang menyebabkan hati bertambah bimbang, gundah  dan gelisah.
Al – Itsmu’ atau perbuatan dosa mempunyai dampak negatif internal bagi kejiwaan manusia. Perasaan bersalah , bingung dan berontak sering kali muncul dalam jiwa seseorang yg melakukan perbuatan dosa. Hal ini karena tabiat manusia memang tidak suka dengan tabiat perbuatan dosa. Adapun dampak eksternal yaitu perasaan malu bila diketahui oleh orang lain.
Setiap bayi dilahirkan dalam keadaan fitrah
Ingatlah hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram

Referensi : Abdul Mun;im al - Hasyim .2009. Akhlak Rasul menurut Bukhari dan Muslim. Jakarta : Gema Insani









Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rendah Hati (Tawadhu')