Perilaku Konsumen tentang Kepribadian

Mulyaningsih

G74120034




Departemen Fisika (www.http://fisika.ipb.ac.id/ind/index.php)
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (http://fmipa.ipb.ac.id/index.php/id.html)
Institut Pertanian Bogor (http://ipb.ac.id/)


Kuliah Perilaku Konsumen IKK233 (Consumer Behavior Class)
Department of Family and Consumer Sciences, (www.ikk.fema.ipb.ac.id)
College of Human Ecology (www.fema.ipb.ac.id)
Bogor Agricultural University IPB (www.ipb.ac.id)


Prof Dr Ir UJANG  SUMARWAN, MSc


Ujang Sumarwan. 2011. Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam
Pemasaran. Jakarta: PT Ghalia Indonesia.




Kuliah Kamis Pagi, 03 September 2015

Kepribadian

Tidak ada manusia yang sama dalam kepribadian, mereka memiliki karakter berbeda antara satu dan yang lain. Pemasar penting untuk memahami kepribadian konsumen akan mempengaruhi perilakunya dalam memilih atau membeli produk, karena konsumen akan membeli barang yang sesuai dengan kepribadian. Karakteristik kepribadian mampu menggambarkan perbedaan individu , menunjukkan konsistensi dan berlangsung lama serta dapat mengubah sesuatu.
Teori Kepribadian Freud yang menyatakan bahwa kebutuhan yang tidak disadari atau dorongan dari dalam diri manusia seperti dorongan seks dan biologi  serta terdapat tiga unsur yang berinteraksi yaitu IdEgo dan Superego. Pemasar dalam beriklan menonjolkan unsur seksual dari wanita atau laki – laki untuk menarik konsumen membeli barang yang ditawarkan. Walapun di lain pihak merasa resah dengan iklan karena dianggap melecehkan martabat dan kehormatannya.
Teori Neo – Freud,  menekankan bahwa manusia berusaha memenuhi apa yang di butuhkan masyarakat dan masyarakat membantu individu dalam memenuhi kebutuhan.
Teori Ciri, (Trait Theorymenyatakan bahwa karakteristik psikologis yang membedakan antara satu individu dengan individu lain yang bersifat permanen dan konsisten. Menurut Loudon dan Delia Bitta (1993) mencirikan berdasarkan 3 asumsi yaitu individu memiliki perilaku yang cenderung relative stabil, orang memiliki derajat perbedaan dalam kecenderungan perilaku serta jika perbedan didefinisikan dan diukur, maka perbedaan tersebut menggambarkan kepribadian individu.
       Gaya hidup, menggambarkan perilaku seseorang yaitu bagaimana ia hidup, menggunakan uangnya dan memanfaatkan waktu yang dimilikinya. Selain itu, menggambarkan karakteristik terdalam ada pada diri manusia seperti bagimana cara berpikir, merasa dan beroperasi. Gaya hidup seseorang biasanya tidak permanen dan cepat berubah sehingga mampu mengubah pola konsumsi.

Kepribadian dan perilaku konsumen, para pemasar harus berusaha mengetahui kepribadian konsumen dan apa pengaruhnya. Agar pemasar dapat meancang komunikasi yang sesuai dengan sasaran konsumen dan bisa menerima, membeli, menyukai dan menggunakan produk dan jasa yang dipasarkan sangat cocok bagi kehidupan kepribadiannya.

Dogmantisme, kepribadian ciri yang mengukur tingkat kekakuan sesorang dalam menerima segala sesuatu yang tidak dikenal.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rendah Hati (Tawadhu')